Rabu, April 17

Suka



Kepada kamu
Dengan penuh cinta
Aku suka jatuh cinta
Aku suka merasa senang bertemu lagi dengan kamu,
tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak
selalu menebak-nebak


Aku suka deg-degan menunggu kamu ditimeline .

Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa.
Karena,

kata orang,
cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa.
Mudah-mudahan itu benar. :)
Aku suka terkejut melihat bbm kamu nongol di chat-ku dan aku suka kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya,
menghapusnya,
memikirkan kata demi kata.


Aku suka ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu.

Aku suka harus berada dalam posisi seperti itu.
Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu.

Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku bisa artikan dengan penuh percaya diri?
atau ada maksud lain,
atau aku yang sekali lagi bisa mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku suka harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. 

Aku suka untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku suka ketika kamu memikirkan aku.
saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di berkedip lampu disamping tulisan blackberry. Oh, aku kadang suka salting bisa melihatmu langsung, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin selalu didekatmu.

Aku suka aku harus sadar atas semua kecanggungan itu,
tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku suka ketika logika aku bersuara dan mengingatkan,
"Hey! Ini seorang wanita cantik didepanmu, jangan sekali-kali kamu sia-siakan" dan pada akhirnya kamu akan tahu, dan dibantah oleh hati yang berkata,
Jangan hiraukan logikamu.

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu.
Kesalahan yang secara putus asa aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku suka jatuh cinta, terutama kepada kamu.
Demi Tuhan, aku suka jatuh cinta kepada kamu.
Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini, di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan
aku takut sendirian

Aku gak pernah ngerti sama diri aku sendiri kenapa terkadang sebuah hal yang (kayaknya) kecil bisa begitu jadi besar buat aku. Bisa ngebuat aku jatuh hati, dan aku gak pernah ngerti kenapa cinta ini bisa berubah seperti kanker yang menyebar dan menggerogoti perasaan aku sendiri… lama-lama ngebunuh dari dalam… dan mati. Aku gak pernah mengerti bagaimana harus mensiasati ini. Aku gak pernah ngerti kenapa buat aku, apa yang telah dilakukan yah lakukan.. and nothing we can do about it. There is absolutely nothing we can do about it. Kenapa? Kenapa aku gak bisa membuat semua ini seolah gak nampak, dan jalan terus. Kenapa? Kenapa? Kenapa aku harus membuat semua hal sempurna?

Kalau yang namanya kesempurnaan itu gak ada, dan kita terus mengejar kesempurnaan, apa aku berarti mengejar sesuatu yang tidak ada? Dan kalau yang namanya cinta itu berarti abadi, bagaimana cara cinta sesuatu yang telah kita abadikan? Bahkan jika hal tersebut seharusnya bakal terjadi?

End :')

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar